Kamis, 24 November 2011

Meraih Mimpi

Aku tidak menyangka bisa kuliah di Perguruan Tinggi di Jakarta,karena aku berasal dari sebuah kampung yang pada waktu itu terisolasi oleh peradaban.Bagaimana tidak,untuk pergi ke kota saja harus jalan kaki,disamping belum ada angkutan umum juga karena jalan untuk menuju ke kota adalah jalan tanah yang belum di kasih pengeras jalan raya berupa batu.Jika musim hujan datang jalanan jadi lumpur,untuk mengendarai sepeda ontel saja terkadang harus mengangaknya agar bisa lewat.

Selain jalan menuju ke kota jelek juga belum ada penerangan lampu listrik,aku tinggal bersama orangtuaku di sebuah desa nan unik yang tak mungkin ditemui anak-anak zaman sekarang.Ketika malam tiba aku harus ke masjid untuk belajar agama dengan mengabaikan belajar pelajaran sekolah.Menjelang sholat Isya’ belajar agamapun berakhir dan melakukan sholat Isya’ setelahnya aku bermain bersama teman-temanku,biasanya bermain Delikan atau istilah kerennya petak umpet.Kalau tidak aku bersama teman-temanku mencari ikan di kali dengan penerangan obor.

Plato

Plato (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates.Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles.Karyanya yang paling terkenal ialah Republik(dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal" Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama.Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. Cicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).


Ciri-ciri Karya-karya Plato

Bersifat Sokratik
Dalam Karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Sokrates sebagai topik utama karangannya.
Berbentuk dialog

Socrates

Socrates (470 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

Socrates diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete berprofesi sebagai seorang bidan, dari sinilah Socrates menamakan metodenya berfilsafat dengan metode kebidanan nantinya. Socrates beristri seorang perempuan bernama Xantippe dan dikaruniai tiga orang anak.

Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena

metode belajar

Metode belajar aktif atau sekarang lumrah disebut sebagai metode PAKEM (pembelajaran kreatif, aktif dan menyenangkan) saat ini mulai dirasakan pentingnya dikalangan praktisi pendidik. Dikarenakan metode ini agaknya menjadi jawaban bagi suasana kelas yang kaku, membosankan, menakutkan, menjadi beban dan tidak membuat betah dan tidak menumbuhkan perasaan senang belajar bagi anak didik. Alih-alih membuat anak mau menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terjadi malah kelas dan sekolah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa.

Dulu saya pernah mendengar sebuah lelucon mengenai metode belajar aktif di sekolah dasar. Saya tidak ingat detailnya tetapi yang saya ingat dengan baik adalah dalam metode belajar aktif yang terjadi adalah guru bermalas-malasan, sedangkan yang aktif justru muridnya. Murid diminta untuk mencatat, menyalin dan dibebani banyak sekali pekerjaan rumah. Dengan

Pendidikan Sepanjang Hayat

Manusia dikaruniai akal dan nafsu, karena itulah manusia
membutuhkan pendidikan untuk mengarahkan potensi akalnya dan mampu
mengendalikan nafsunya dengan ilmu yang didapatnya.

Pendidikan adalah rangkaian proses yang tak berpangkal
ujung, kecuali manusia itu sudah mati. Manusia bisa terus berada dalam proses
pendidikan sepanjang ia hidup, entah dengan mendidik dirinya atau mendidik
generasi penerusnya. Tak peduli ia sekolah ataupun tidak, setiap orang sesungguhnya seorang edukator jika ia menyadarinya dan mau mengemban tanggung jawab itu.

Namun pendidikan kini menjadi kian sempit ruang lingkupnya.
Hal itu, diakui atau tidak, adalah karena pendidikan telah dikemas dalam
kotak-kotak kecil terbatas, sehingga potensi akal manusia juga
tanpa sadar menjadi kian terisolasi dalam bingkai yang terlalu sempit.

Rabu, 23 November 2011

Sekolah menengah pertama

Sekolah menengah pertama (disingkat SMP, Bahasa Inggris: junior high school) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah menengah pertama dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (atau sederajat).

NPSN

NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) adalah kode pengenal sekolah yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Penerapan kode pengenal sekolah selama ini masih belum ada standar yang baku. Aturan penyusunan kode pengenal sekolah antar satu propinsi bisa berbeda dengan propinsi lain. Dengan mekanisme pemberian kode pengenal sekolah yang tidak baku secara nasional, maka rentan terjadinya data sekolah ganda yang pada akhirnya tidak mampu menjadi pembeda utama bagi sekolah-sekolah di Indonesia.

Sekolah

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (atau "murid") di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomiatau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metodenon-tradisional.